Menurut kantor berita ABNA yang mengutip Al Jazeera, data yang dipublikasikan oleh Kepler menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun pada hari sebelumnya, di mana hanya delapan kapal yang melintasi kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan ini, pada hari sebelumnya jumlah kapal paling sedikit dalam tiga minggu terakhir melintasi Selat Hormuz.
Perlu dicatat bahwa agresi AS terhadap Iran di kawasan Teluk Persia telah menyebabkan gangguan pada lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Republik Islam Iran berulang kali menyatakan bahwa pengelolaan selat berada di tangannya dan kapal-kapal hanya boleh melintasi jalur aman yang ditentukan oleh Iran. Selain itu, konsekuensi penggunaan jalur alternatif yang membuka jalan bagi intervensi militer AS di kawasan tersebut menjadi tanggung jawab kapal-kapal yang melanggar.
Komentar Anda